Senin, 09 Mei 2016

PRABU SUMILIH/ GATHOTKACA RATU

Prabu Sumilih/ Gathotkaca Ratu (karya Hok Gie)

Corekan by Hok Gie
Revisi ; Suluh


CERITA :
Raden Hanantareja yang dalam pedalangan cukup dipanggil Anantareja, mempunyai nama lain Wasianantareja, Anantarareja. Ia adalah putra raden Werkudara dengan Dewi nagagini, putri Batara Antaboga, di kahyangan Saptapretala. Antareja kawin dengan Dewi GAnggi, putri Prabu Ganggapranawa raja ular di kerajaan Tawingnarmada. Dari perkawinan ini lahirlah Arya Danurwenda yang kemudian diangkat menjadi patih luar (patih njaba) negara Yawastina pada masa pemerintahan Prabu parikesit.

Antareja berkedudukan di kasatriyan Randuwatang atau juga disebut jangkarbumi. Bersamaan dengan lahirnya Antareja, raja negara jangkarbumi Prabu Nagabaginda menyerang kagyangan Suralaya. Ia meminta Dewi Supreti istri Sanghyang Antaboga untuk dijadikan permaisurinya, namun raja Tribuwana tidak berkenan, namun para dewa tak mampu melawan kesaktian prabu nagabaginda. Akhirnya Batara Antaboga yang ditunjuk supaya mmusnahkan Prabu nagabaginda tadi, Antareja yang masih bayi akhirnya dibawa kakeknya menuju ke medan tempur dan dipertemukan dengan raja Jangkarbumi. Sebelum diadu, bayi Antareja dilumuri air liur Antaboga sehingga menjadi kebal senjata. Bayi Antareja tidak mati melainkan bertambah dewasa. Akhirnya Prabu nagabaginda dapat dibinasakan oleh Antareja, negara Jangkarbumi lalu diserahkan kepada putra Bima tersebut. Prabu Nagabaginda yang tewas itu kemudian menjilma ke tubuh Antareja.
 Peristiwa ini mengilhami Antareja ketika membantu adiknya. Arya Gatutkaca yang menuntut janji raja Tribuwana. Ketika Gatutkaca dapat menumpas raja Gilingwesi Prabu Pracona dan patih Kala Sekipu, Sanghyang Guru menjanjikan akan mengangkat Gatutkaca menjadi raja di kahyangan. Karena ditunggu-tunggu Hyang Guru tidak segera memenuhi janjinya, Gatutkaca menagih janji dibantu saudaranya, Antareja.
Saat itu Antareja menjadi raja Puserbawana bergelar Prabu Nagabaginda. Ia menyerang Suralaya sehingga Sanghyang Guru memanggil Gatutkaca. Sebelum berhadapan dengan Gatutkaca, Prabu nagabaginda melarikan diri sehingga Gatutkaca kemudian diangkat menjadi raja di Suralaya bergelar Prabu Sumilih. Prabu Nagabaginda yang lari dari kahyangan, kemudian menyerang negara Astina. Kurawa kalang kabut sehingga meminta bantuan kepada Pandawa. Karena Pandawa dan Sri Kresna juga tidak mampu membendung pasukan perang Puserbuwana, Sri Kresna dan Arya Bima meminta bantuan kepada Prabu Sumilih. Akhirnya Prabu Sumilih dan Prabu Nagabaginda berperang, keduanya kembali seperti sediakala menjadi Arya Gatutkaca dan Raden Antareja.
Antareja mempunyai kesaktian racun/bisa pada air liurnya yang dapat membinasakan lawan dalam waktu sekejap. Kulitnya yang bersisik Napakawaca mampu menahan serangan senjata tajam. Ia juga mempunyai cincin sakti Mustikabumi pemberian dari ibunya untuk tanda bukti bahwa Antareja adalah putra Dewi Nagagini. Didalam lakon Subadra Larung, cincin itu diperlihatkan kepada Arya Werkudara ayahnya, sehingga bima mengakui putranya. Kala itu Antareja terkejut melihat perahu mayat wanita yang tiada lain adalah Wara Subadra istri Janaka. Dengan cincin Mustikabumi, Antareja dapat menghidupkan kembali Subadra yang sudah meninggal karena dibunuh oleh Burisrawa secara tidak sengaja.
 Akhirnya, Gatutkaca yang mendapat tugas untuk mengawasi jenazah Wara Subadra menjadi curiga dan menuduh Antareja yang membunuh bibinya itu. Keduanya lalu berperang, namun segera dicegah oleh Sri Kresna dan diberi nasehat bahwa keduanya masih saudara. Wara Subadra sendiri mengaku bahwa yang membunuh dirinya itu satriya Madyapura Raden Burisrawa, putra Prabu Salya raja Mandaraka. Dalam kisah Kresna Gugah, Sri Kresnah merubah dirinya menjadi kumbang putih dan meninggalkan jasmaninya dalam bentuk raksasa yang sedang tidur. Roh Sri Kresna berupa kumbah putih itu menyelidiki kitab Jitabsara yang ditulis oleh Batara Panyarikan. Kitab Jitabsara mengisahkan Bharatayudha lengkap senopati Kurawa berpasangan dengan senopati Pandawa. Ketika Prabu Baladewa ditulis memihak Kurawa dan berhadapan dengan Antareja, Sri Kresna tidak sampai hati, maka ia menumpahkan tinta hitam tepat mengenai tulisan yang menerangkan pasangan Baladewa melawan Antareja. Sehingga keduanya gagal dipertemukan dalam Bharatayudha.
Akhirnya riwayat Antareja dikisahkan dalam lakon Tawur atau pengorbanan keluarga demi mencapai kejayaan perang. Kurawa tidak rela mengorbankan salah satu keluarganya, melainkan membunuh Ijrada, tarka dan Sarka, sedangkan Antareja dan Wisenggani rela mengorbankan diri untuk tumbal kemenangan pandawa. Antareja rela mati dengan menjiliat telapak kakinya sendiri dengan anugerah menempati sorgaloka tingkat sembilan (swarga tunda sanga) milik Sri Kresna.
 Antareja Lahir
Di negara Saptapratala, Hyang Anantaboga, resi Abiyasa, para Pandawa, berkumpul untuk menunggu Dewi Nagagini yang akan melahirkan putera, berkatalah resi Abiyasa,”Hyang Anantaboga perkenankanlah nagagini saya bawa ke negara Amarta, jika bayi telah lahir, akan saya serahkan kembali .” Hyang Anantaboga menyetujuinya, dan berangkatlah Resi Abiyasa dengan Dewi Nagagini beserta pada Pandawa kembali ke Amarta. Sesampainya di Amarta telah hadir pula Hyang Kanekaputra dan para bidadari, berkatalah Hyang Narada,”gara-gara telah terjadi , tak lain dan tak bukan, titahku resi Abiyasa akan menurunkan ke-alusan-nya Gandamana, lagipula aku datang di Amarta atas nama Hyang guru, untuk menyaksikan kelahiran bayi Nagagini”. Tak lama setelah Hyang Narada bersabda, lahirlah bayi dari kandungan Dewi Nagagini.
Resi Abiyasa diberitahu oleh Hyang Kanekaputra, bahwa Hyang Guru berkenan memberi nama kepada si bayi: Senaputra, Antarja, lagipula diberi wahyu kesaktian racun hru pada gigi taringnya si bayi. Untuk mendapatkan kelemasan ototototnya, diseyogyakan si bayi diadu perang, dikemudian hari bayi akan menjadi jagonya para dewa. Setelah Hyang Narada selesai bersabda, kembalilah ke Suralaya diiring pada bidadari . Negara Amarta pada waktu yang bersamaan , dikepung oleh musuh, raja dari Paranggumiwang, bernama Prabu Salksadewa, datang akan menuntut balas dendam kematian ayahnya prabu Kaskaya, yang dibunuh oleh prabu Pandudewanata, ayah dari Prabu Yudistira dari negara Wanamarta.
 Berkatalah Hyang Anantaboga,”Biarlah si Antarja menghadapi musuh dari Paranggumiwang, Werkudara bimbinglah puteramu ke medan laga”. Prabu Saksadewa mati oleh Anantareja, prajurit Paranggumiwang, patih Kalasudarga, emban Saksadewi tak dapat pula menandingi AntarEja, mati kesemuanya oleh putera Raden Arya Werkudara.
Seluruh istana bersuka cita merayakan kemenangan, Hyang Ananboga membawa cucunya Raden Anatareja kembali ke Saptapratala.
Antareja Takon Bapa
Di kerajaan Astina Prabu Nagabagendo, Begawan Durna menghadap Prabu Duryudana, oleh Begawan Durna dikatakan bahwa anak muridnya yang bernama Nagabagendo bersedia menjadi duta untuk membinasakan Pandawa. Setelah semua mufakat, berangkatlah Begawan Durna diiringi Prabu Nagabagendo menuju negeri Amarta, namun diperjalanan bertemu dengan R. Sentyaki dan R. Udawa kesatria dari Dwarawati.
 Setelah mengetahui bahwa Prabu Nagabagendo akan menjadi perusuh dan membahayakan keluarga Pandawa, kedua satria tersebut lalu berperang dengan Prabu Nagabagendo dam kedua satria digertak Prabu Nagabagendo, R. Udawa jatuh dilapangan negeri Amarta dan R. Sentyaki jatuh di negeri Amarta. Begitu R. Sentyaki mendapat dirinya berada di negeri Amarta, segera melaporkan akan mara bahaya yang akan menimpa pihak Pandawa, belum selesai melaporkan kejadian yang dialami pihak Pandawa, datang Prabu Nagabagendo untuk merebut kekuasaan Amarta, maka terjadilah peperangan dan pihak Pandawa tak ada yang dapat mengalahkan kesaktian Prabu Nagabagendo.
Akhirnya berdasarkan saran Prabu Kresna, bahwa yang dapat mengalahkan Prabu Nagabagendo adalah kesatria yang berkulit sisik seperti ular, maka R. Angkawijaya ditugaskan untuk mencari satria yang dimaksud. Sementara itu di sumur Jalatunda, R. Pudak Kencana menghadap kakeknya, Sang Hyang Hanantaboga untuk diberitahu siapa sebenarnya ayahnya dan dimana berada.
Oleh Sang Hyang Hanantaboga diberitahu bahwa ayahndanya ada di negeri Amarta bersemayam di Kasatrian Jodipati. Dengan diiringi kakeknya, R. Pudak Kencana pergi menuju kasatrian Jodipati dan di tengah jalan bertemulah ia dengan R. Angkawijaya yang sedang mencari jago untuk melawan Prabu Nagabagendo. Sesampainya di negeri Amarta, R. Pudak Kencana bertemu dengan R. Werkudara, namun R. Werkudara akan mengakui sebagai anaknya bila mampu membinasakan Prabu Nagabagendo. Akhirnya R. Pudak Kencana berperang melawan Prabu Nagabagendo dan binasa, oleh kakeknya R. Pudak Kencana dapat dihidupkan kembali dengan air kehidupan yang disebut Tirta Kamandanu serta R. Pudak Kencana diberi kesaktian Ajian Upas Onto.
 Dengan kesaktian Upas Onto, R. Pudak Kencana dapat membinasakan Prabu Nagabagendo dan bala tentara Kurawa dapat dikalahkan oleh Pandawa beserta putra-putranya.
Dengan kematian Prabu Nagabagendo negeri Amarta menjadi aman, tentram dan damai serta R.Pudak Kencana menjadi bagian keluarga besar Pandawa dan beralih nama R.Antareja.
xxxx
Antareja (versi wikipedia)
Antareja adalah anak dari Werkodara atau Bima dari istri keduanya Nagagini seorang putri Dewa Antaboga. Dikisahkan dia adalah seorang satria yang tangguh, sakti mandraguna. Ia mempunyai 2 (dua) orang saudara lelaki lain ibu, bernama: Raden Gatotkaca, putra Bima dengan Dewi Arimbi, dan Arya Anantasena, putra Bima dengan Dewi Urangayu. Sejak kecil Anatareja tinggal bersama ibu dan kakeknya di Saptapratala (dasar bumi).
Ia memiliki Ajian Upasanta pemberian Hyang Anantaboga. Lidahnya sangat sakti, mahluk apapun yang dijilat telapak kakinya akan menemui kematian. Anatareja berkulit napakawaca, sehingga kebal terhadap senjata. Ia juga memiliki cincin mustikabumi, pemberian ibunya, yang mempunyai kesaktian, menjauhkan dari kematian selama masih menyentuh bumi/tanah, dan dapat digunakan untuk menghidupkan kembali kematian di luar takdir. Kesaktian lain Anantareja dapat hidup dan berjalan didalam bumi.
Anantareja memiliki sifat dan perwatakan : jujur, pendiam, sangat berbakti pada yang lebih tua dan sayang kepada yang muda, rela berkorban dan besar kepercayaanya kepada Sang Maha Pencipta. Ia menikah dengan Dewi Ganggi, putri Prabu Ganggapranawa, raja ular/taksaka di Tawingnarmada, dan berputra Arya Danurwenda.
Setelah dewasa Anantareja menjadi raja di negara Jangkarbumi bergelar Prabu Nagabaginda. Ia meninggal menjelang perang Bharatayuda atas perintah Prabu Kresna dengan cara menjilat telapak kakinya sebagai tawur (korban untuk kemenangan) keluarga Pandawa dalam perang Bharatayudha.






RATU SABRANGAN


Ratu Sabrangan (karya Hok Gie)
Corekan by Hok Gie

CERITA :
Ratu sabrangan biasa digunakan untuk tokoh-tokoh raja/ ratu dari tanah sebrang/ negri manca. Biasa tokoh ini digunakan dalam lakon carangan atau pun pakem. Sebagai bala bantuan dari pihak kurawa ataupun musuh lain.

RADEN KUMBOKARNO


Raden Kumbokarno (karya Hok Gie)
Corekan by Hok Gie

CERITA :
Dalam wiracarita Ramayana, Kumbakarna (Sanskerta: कुम्भकर्ण; Kumbhakarṇa) adalah saudara kandung Rahwana, raja rakshasa dari Alengka. Kumbakarna merupakan seorang rakshasa yang sangat tinggi dan berwajah mengerikan, tetapi bersifat perwira dan sering menyadarkan perbuatan kakaknya yang salah. Ia memiliki suatu kelemahan, yaitu tidur selama enam bulan, dan selama ia menjalani masa tidur, ia tidak mampu mengerahkan seluruh kekuatannya.
Dalam bahasa Sanskerta, secara harafiah nama Kumbhakarna berarti "bertelinga kendi".
Ayah Kumbakarna adalah seorang resi bernama Wisrawa, dan ibunya adalah Kekasi, puteri seorang Raja Detya bernama Sumali. Rahwana, Wibisana dan Surpanaka adalah saudara kandungnya, sementara Kubera, Kara, Dusana, Kumbini, adalah saudara tirinya. Marica adalah pamannya, putera Tataka, saudara Sumali. Kumbakarna memiliki putera bernama Kumba dan Nikumba. Kedua puteranya itu gugur dalam pertempuran di Alengka. Kumba menemui ajalnya di tangan Sugriwa, sedangkan Nikumba gugur di tangan Hanoman.
 Saat Rahwana dan Kumbakrana mengadakan tapa, Dewa Brahma muncul karena berkenan dengan pemujaan yang mereka lakukan. Brahma memberi kesempatan bagi mereka untuk mengajukan permohonan. Saat tiba giliran Kumbakarna untuk mengajukan permohonan, Dewi Saraswati masuk ke dalam mulutnya untuk membengkokkan lidahnya, maka saat ia memohon "Indraasan" (Indrāsan – tahta Dewa Indra), ia mengucapkan "Neendrasan" (Nīndrasan – tidur abadi). Brahma mengabulkan permohonannya. Karena merasa sayang terhadap adiknya, Rahwana meminta Brahma agar membatalkan anugerah tersebut. Brahma tidak berkenan untuk membatalkan anugrahnya, namun ia meringankan anugrah tersebut agar Kumbakarna tidur selama enam bulan dan bangun selama enam bulan. Pada saat ia menjalani masa tidur, ia tidak akan mampu mengerahkan seluruh kekuatannya.
 Kumbakarna sering memberikan nasihat kepada Rahwana, menyadarkan bahwa tindakanya keliru. Ketika Rahwana kewalahan menghadapi Sri Rama, maka ia menyuruh Kumbakarna menghadapinya. Kumbakarna sebenarnya tahu bahwa kakaknya salah, tetapi demi membela Alengka tanah tumpah darahnya dia pun maju sebagai prajurit melawan serbuan Rama. Kumbakarna sering d
ilambangkan sebagai perwira pembela tanah tumpah darahnya, karena ia membela Alengka untuk segala kaumnya, bukan untuk Rahwana saja, dan ia berperang melawan Rama tanpa rasa permusuhan, hanya semata-mata menjalankan kewajiban.

Saat Kerajaan Alengka diserbu oleh Rama dan sekutunya, Rahwana memerintahkan pasukannya untuk membangunkan Kumbakarna yang sedang tertidur. Utusan Rahwana membangunkan Kumbakarna dengan menggiring gajah agar menginjak-injak badannya serta menusuk badannya dengan tombak, kemudian saat mata Kumbakarna mulai terbuka, utusannya segera mendekatkan makanan ke hidung Kumbakarna. Setelah menyantap makanan yang dihidangkan, Kumbakarna benar-benar terbangun dari tidurnya.
Setelah bangun, Kumbakarna menghadap Rahwana. Ia mencoba menasihati Rahwana agar mengembalikan Sita dan menjelaskan bahwa tindakan yang dilakukan kakaknya itu adalah salah. Rahwana sedih mendengar nasihat tersebut sehingga membuat Kumbakarna tersentuh. Tanpa sikap bermusuhan dengan Rama, Kumbakarna maju ke medan perang untuk menunaikan kewajiban sebagai pembela negara. Sebelum bertarung Kumbakarna berbincang-bincang dengan Wibisana, adiknya, setelah itu ia berperang dengan pasukan wanara.
Dalam peperangan, Kumbakarna banyak membunuh pasukan wanara dan banyak melukai prajurit pilihan seperti Anggada, Sugriwa, Hanoman, Nila, dan lain-lain. Dengan panah saktinya, Rama memutuskan kedua tangan Kumbakarna. Namun dengan kakinya, Kumbakarna masih bisa menginjak-injak pasukan wanara. Kemudian Rama memotong kedua kaki Kumbakarna dengan panahnya. Tanpa tangan dan kaki, Kumbakarna mengguling-gulingkan badannya dan melindas pasukan wanara. Melihat keperkasaan Kumbakarna, Rama merasa terkesan dan kagum. Namun ia tidak ingin Kumbakarna tersiksa terlalu lama. Akhirnya Rama melepaskan panahnya yang terakhir. Panah tersebut memisahkan kepala Kumbakarna dari badannya dan membawanya terbang, lalu jatuh di pusat kota Alengka.

PRABU SASRAWINDU

PRABU SASRAWINDU (karya Hok Gie)

Corekan by Hok Gie

CERITA:
alkisah negara hastina geger kembali. karena kedatangan raja sosrowindu yang menginginkan menjadi senopati hastina mewakili kurawa. prabu duryudana menerima prabu sosrowindu karena atas usulan resi durna. karena prabu sosrowindu itu adalah termasuk murid dari resi dorna.

prabu sosrowindu memiliki sarat akan mau membantu kurawa memusnahkan pandawa jika dia diberi kesempatan membunuh musuh bebuyutanya yaitu prabu baladewa.tentu saja sarat ini membuat gempar para kurawa.karena memang prabu baladewa terkenal dekat dengan pihak hastina.patih sengkuni pun bahkan memberikan usulan agar tidak membuat kasus dengan sesama barisan kurawa.karena dikuatirkan membuat barisan kurawa tidak solid dalam menghadapi barata yudha jaya binangun. tapi resi dorna membela prabu soro windu.dia berkata bahwa baladewa tidak loyal kepada kurawa.dia memebrikan alasan sering prabu mandura itu tidak datang kalo ada paseban agung di kerajaan hastina seperti hari itu.ini menandakan ketidak setiaan baladewa.prabu sosro windu meyakinkan bahwa permintaanya itu adalah sewajarnya.sebagai bentuk balas dendam,atas gugurnya ayahnya kangsadewa ditangan baladewa.karena itu wajar saja jika dia meminta sarat kematian baladewa.
 prabu duryodana bingung.dia bertanya kepada raja anga karna.raja anga berkata bahwa sebaiknya permintaan itu diloloskan.dengan sarat.jika tidak berhasil maka sosro windu harus dibunuh,atau menerima hukuman mati karena membuat geger di kubu kurawa menjelang barata yudha.ditakutkan barisan kurawa justru menjadi tidak solid karena kejadian ini.tapi jika berhasil maka sosro windu akan langsung diangkat menjadi senopati.dengan pertimbangan berhasil membunuh prabu baladewa berarti memiliki kesaktian tinggi dan bisa digunakan menumpas pandawa dalam perang barata yudha…
pasukan sosrowindu bergerak ke mandura setelah mendapat persetujuan prabu duryudana.sementara itu wadya bala kurawa dibawah pimpinan raja anga karna menyusul.dengan misi mengangkat sosro windu kalo berhasil dan menghukum langsung kalo gagal.pasukan sosrowindu diikuti oleh resi dorna sedang pasukan kurawa dikawal patih sengkuni.sebelum masuk ke tapal batas mandura resi dorna berbincang dengan sosrowindu.dia bertanya sebaiknya menggunakan cara apa menghadapi prabu mandura itu.cara diam diam atau cara keras..
cara keras adalah dengan membawa wadya bala pasukan sosro windu langsung melabrak mandura dan menantang prabu baladewa secara langsung.cara ini akan mengakibatkan pertumpahan darah besar besaran di kedua belah pihak.cara kedua adalah dengan menggunakan cara diam diam,cara apus apus atau licik.dengan cara sang resi masuk ke sitinggil mandura dan bertemu langsung dengan prabu baladewa,untuk diajak ke negeri hastina.dengan tujuan nanti setelah mau di tengah jalan dikeroyok sampai tewas.prabu sosro bahu mensetujui cara yang kedua.
 di sitinggil mandura datang gatotkaca. gatotkaca datang meminta prabu baladewa untuk datang ke ngamarta karena permintaan dari semua pandawa dan adiknya kresna. hal ini dimaksudkan untuk mengganti sementara posisi kresna yang sedang bertapa di wukir untuk mendapatkan wahyu kemenangan bagi pandawa dalam perang baratayudha.
prabu baladewa menerima ajakan gatotkaca.dia sekaligus menceritakan bagaimana keadaan hastina.dia merasa bahwa prabu sosrowindu musuh lamanya itu mulai mendapat hati di kalangan kurawa.karena itu baladewa berniat untuk keluar dari lingkup kekuasaan dan persahabatan dengan kurawa.belum selesai prabu baladewa berucap tiba tiba datang menghadap resi dorna.
resi dorna menghaturkan sembah.keatangan resi dorna di dampingi sengkuni.resi dorna berbisik bisik kepada sengkuni sambil melihat ke arah gatotkaca.mereka sibuk berbisik bisik tentang kemungkinan baladewa berhianat pada kurawa dengan hadirnya kesatria pringgodani di sitinggil mandura.resi dorna segera mengucapkan maksud kedatanganya kepada prabu baladewa.yaitu bermaksud mengundang sang prabu baladewa ke sitinggil hastinapura untuk menghadiri paseban agung yang diadakan prabu duryudana.
prabu baladewa tanpa basa basi menolak undangan itu sambil mengatakan alasan kenapa menolak undangan pra kurawa.yaitu karena kabar telah tersiar bahwa musuhnya prabu sosro windu telah diangkat menjadi senopati di hastina,sedang sosrowindu adalah musuh bebuyutan sang prabu baladewa.resi dorna berusaha meyakinkan prabu baladewa tapi gagal.bahkan ahirnya terjadi adu jotos yang berahir koncatnya sang resi dorna keluar sitinggil.
gatotkaca disuruh oleh baladewa untuk menghadapi resi dorna.perang terjadi dan berkali kali resi dorna harus mundur menghadapi kesaktian sang satria pringgondani.karena terus menerus terdesak resi dorna memanggil prabu sosro windu.dalam pertempuran pertama prabu sosro windu terpental jauh kebelakang dan harus mengakui kekuatan gatotkaca.ahirnya dia mengambil senjata pusakanya.yaitu panah kemlandingan putih.panah ini berubah menjadi rantai super kuat yang melilit tubuh gatot kaca.seketika gatotkaca tak berdaya dan dibawa ke hastina untuk dimasukan ke dalam penjara.
mendengar gatotkaca dikalahkan maka baladewa naik darah.dia segera turun laga.dibawanya senjata nanggalanya yang sanggup menggempur gunung.mengetahui kedatangan baladewa prabu sosro windu menjadi waspada.apalagi kelebat nanggala membuat jantung sosro windu ketar ketir.ahirnya setelah bisa mengambil jarak yang cukup prabu sosro windu menembakan senjata kemlandingan putihnya.dan terlilitlah tubuh baladewa.tak berdaya.sebelumnya prabu sosrowindu hendak membunuhnya.tapi oleh dorna dicegah.karena mengetahui bahwa baladewa punya adik batara kresna yang mempunyai kembang wijaya kusuma yang mampu menyembuhkan penyakit apapun,bahkan mampu menghidupkan orang mati.jika baladewa dibunuh tentu akan sangat mudah bagi kresna untuk menghidupkanya kembali.maka cara satu satunya adalah meringkus kresna yang sedang semedi di gunung wukir.
baladewa dibawa dan dimasukan tahanan di hastina.pasukan sosro windu bergerak ke gunung wukir bersama resi dorna.pasukan dengan cepat measuk ke dalam daerah yang dikenal angker dan tak pernah dikunjungi manusia itu.sementara di pertapan gunung wukir telah bersiaga sepasukan dari dwarawati yang mengikuti dan mengawal prabunya yaitu prabu sri kresna.dipimpin oleh patih udawa,patih setyaki,dan resi mayangkoro hanoman.mereka tampak bersiaga penuh agar tak terjadi sesuatu yang dapat menggagalkan tapa junjunganya.
tiba tiba tempat pertapaan dikepung pasukan sosro windu.resi mayangkoro maju dan menghadang dengan gagah.setelah bertempur sedemikian lama dan susah.dan setelah mundur terdesak maka sosro windu mengeluarkan ajian seipi anginya.langsung keluar badai dahsyat yang menghantam resi mayangkoro anoman.anoman mencelat kontal sejauh jauhnya.melihat anoman kontal sang setyaki maju.dia melawan dengan ganas sosro windu.pertarungan terjadi seimbang.dan lagi lagi kemlandingan putih membuat setyaki tak berdaya dan dibawa sebagai tawanan ke tahanan hastina pura.
 melihat setyaki kalah.maka resi mayangkoro memberi perintah kepada patih udawa dan prajurit dwarawati untuk menyingkir dan meminta bantuan ke ngamarta.di dalam pertapaan prabu kresna menekung,meditasi dan melepaskan sukma sedjatinya.sukmanya melayang hendak menemui dewata.sebelum lepas sukmanya dia berpamitan kepada badan wadagnya.sang raga sedjati.dan bersamaand engan itu masuklah sosro windu ke dalam pertapaan.durna menyuruh ssosro windu membangunkan sang kresna.ternyata ditemukan bahwa wadag kresna telah kosong.tanpa nyawa.maka resi dorna mempunyai akal baru.disuruhnya sosoro windu mengambil pakaian kresna berikut semua senjatanya termasuk senjata cakra dan kembang wijaya kusuma.dan berganti rupa menjadi kresna untuk pergi ke ngamarta dan menipu para pandawa agar mau mengalah menyerahkan kerajaan kepada duryudana.
tubuh krisna yang sudah diacak acak pakaianya itu ternyata masih terdapat lima anasir.dan juga empat nafsu.maka tiba tiba sang tubuh yang dipanggil raga jati itu menangis sekaligus marah.dan menjelmalah tubuh tanpa sukma sedjati kresna itu menjadi seekor singa besar yang berwarna hitam mulus.singa ini memiliki keinginan untuk menyelamatkan para pandawa dari reka daya prabu sosro windu yang telah berubah wujud menjadi krisna.maka sang singa ini pergi ke istana kurawa dan berdiam bersembunyi di gerumbul dekat istana hastina.mengawasi kalo kalo pandawa datang terbujuk dia bermaksud mencegahnya.
cerita berlanjut,krisna gadungan sampai di ngamarta.disana dia berkata bahwa hasil semedi menyatakan bahwa tidak boleh terjadi pertumpahan darah.dan jalan satu satunya adalah menyerahkan tuntutan negara hastina sepenuhnya kepada raja duryudana.seperti biasa puntadewa menyetujui,karena di depan mereka yang tampak adalah krisna maka bima,arjuna,nakula setuju.sementara sadewa saja yang tak menyetujui dan kabur dari sitinggil karena menolak permintaan saudara saudaranya merelakan tuntutan atas negara hastina.
sadewa minta perlindungan pada semar.sementara bima yang murka menyuruh anaknya antaredja menyusul sang sadewa.semar yang bijak sadar dan tahu bahwa itu bukan krisna tapi prabu sosrowindu yang beralih rupa.maka dia bertekad melindungi sadewa dari salah paham.raden antaredja datang dan disongsong punakawan.antaredja berhadapan dengan petruk.oleh petruk antaredja diobat abitkan seperti kertas.dan raden antaredja sampai menjerit tobat.tapi setelah diturunkan oleh petruk antaredja tak mau mundur.dia malah menyungut sekujur tubuh petruk.petruk yang kewalahan mundur.
 bagong maju dengan taktik melumuri tubuhnya dengan lumpur.pertama antaredja melihat itu tak mau menyungut.tapi setelah dilihat mata bagong tidak tertutup lumpur matanya disungut.ahirnya mata bagong diteplok lumpur juga dan antaredja kewalahan diusel usel oleh bagong sampai bajunya dan tubuhnya penuh lumpur.datang werkudoro dengan marah.dan berlarian semua punakawan.sadewa tetap tak mau menyerah dan tunduk pada permintaan krisna palsu itu.karena naik pitam maka bima menghajar sadewa dan dilempar jauh.
alkisah di atas langit sukma sedjati kresna bertemu batara guru.batara guru menyanggupi akan menurunkan wahyu kemenangan baratayudha di kurusetra.kresna pun hendak turun,dan dia mendapat kabar bahwa telah terjadi keributan di dunia yang bakal mengancam kelangsungan perang baratayudha jika puntadewa dan pandawa rela melepas tuntutan atas negeri hastina.sementara puntadewa telah berjalan ke negeri hastina.karena tahu bahwa tubuhnya telah menjadi salah mangsa dan tak mungkin sukma sedjati sang krisna kembali ke wadag saat itu maka batara guru menjadikan sukma sejati krisna menjadis ebuah bentuk baru yang diberi nama begawan sukmo lelono.dia ditugaskan ke hastina untuk meminta negeri hastina secara paksa dari prabu duryudana.
dalam perjalanan begawan sukmo lelono bertemu punakawan dan semar.walau sudah berbentuk sukma,semar dan punakawan mengenalinya.saat itu mayat sadewa ditemukan menggeletak setelah di sobek oleh kuku lalu dilempar jauh jauh oleh werkudoro.saat itu segera sadewa disembuhkan dengan kesaktian semar.
kedatangan begawan sukmo lelono langsung disambut dengan geraman dorna.dorna meminta begawan keluar dan menunggu keputusan di alun alun hastina.sementara di dalam istana dorna meminta kepada pandawa menghabisi nyawa sang begawan.pandawa setuju….
arjuna menghadapi sang begawan.semua senjata coba digunakan.semua ajian di kerahkan.bahkan ahirnya pasopati di hantamkan.malah bebalik.ahirnya arjuna mundur dan minta kakaknya werkudoro maju.werkudoro pun sama,mengalami kesulita menghadapi begawan sukmo lelono.
ahirnya prabu kresna jelmaan sasrawindu maju.dan terjadilah adu kesaktian dengan begitu hebatnya.saat itu macan hitam jelmaan tubuh ragawi sang kresnamuncul dan menyergap prabu kresna jelmaan.dan dalam sekejab macam hitam itu bersatu dengan begawan sukmo lelono.maka terbentuklah kembali sosok kresna.dan berdiri tegak dua sosok kresna di alun alun hastinapura yang luas itu.semua tak berkedip memandang.
dua kresna beradu dan salahs atu kresna jatuh,kemudian mengeluarkan senjata cakra.senjata cakra dilemparkan tapi justru kembali ketangan kresna satunya.mengetahui kedoknya tak mungkin di samarkan lagi,kresna gadungan malih rupa jadi wujud aslinya.prabu sasra windu putra kangsa.
kresna tampak mengambil jarak agar sang prabu tidak menggunakan senjata kemlandingan putihnya.sasra windu yang merasa terancam mengeluarkan senjata andalanya.dan ketika siap mengarahkan pusakanya,hanoman sang resi mayangkara datang dan menghantamkan batu sebesar bukit ke arah sasra windu.sasra windu mati gepeng berurai menjadi darah.
oleh kresna hanoman disuruh bertapa sambil menjaga pusaka kemlandingan putih untuk diserahkan kepada anak keturunan pandawa kelak.semua tahanan dibebaskan,termasuk prabu baladewa,gatotkaca,dan juga setyaki.

RADEN TRI NETRA

Raden Tri Netra (karya Hok Gie)

Corekan by Hok Gie

CERITA:
Trinetra adalah nama salah satu anak Raja Alengka, Prabu Dasamuka, selain Indrajit, Trisirah, Atikaya, Trigunung dan Trimurda. Kendati demikian, Trinetra berlainan ibu dengan anak Dasamuka yang lain yang sebagian besar dilahirkan oleh Dewi Tari. Ibu Trinetra adalah Dewi Sayempraba yang kemudian diperistri oleh Raden Hanoman. Perkawinan Hanoman dengan Sayempraba melahirkan adik tiri Trinetra, yakni Trigangga.
Sesuai namanya, Trinetra mempunyai tiga mata. Satu mata yang terletak dikening bila marah bisa memancarkan api yang bisa membinasakan musuhnya. Trinetra kelak tewas di tangan adik tirinya, Trigangga, ketika pasukan kera dari Ayodya di bawah Prabu Rama dan Hanoman menyerang Alengka.

RADEN BIMA/ WERKUDARA


Bima (karya Hok Gie)
Corekan by Hok Gie

CERITA :
 Bima memiliki sifat gagah berani, teguh, kuat, tabah, patuh dan jujur, serta menganggap semua orang sama derajatnya, sehingga dia digambarkan tidak pernah menggunakan bahasa halus (krama inggil) atau pun duduk di depan lawan bicaranya. Bima melakukan kedua hal ini (bicara dengan bahasa krama inggil dan duduk) hanya ketika menjadi seorang resi dalam lakon Bima Suci, dan ketika dia bertemu dengan Dewaruci. Ia mahir bermain gada, serta memiliki berbagai macam senjata, antara lain: Kuku Pancanaka, Gada Rujakpala, Alugara, Bargawa (kapak besar), dan Bargawasta. Sedangkan jenis ajian yang dimilikinya antara lain: Aji Bandungbandawasa, Aji Ketuglindhu, Aji Bayubraja dan Aji Blabak Pangantol-antol.
Bima juga memiliki pakaian yang melambangkan kebesaran, yaitu: Gelung Pudaksategal, Pupuk Jarot Asem, Sumping Surengpati, Kelatbahu Candrakirana, ikat pinggang Nagabanda dan Celana Cinde Udaraga. Sedangkan beberapa anugerah dewata yang diterimanya antara lain: Kampuh atau Kain Poleng Bintuluaji, Gelang Candrakirana, Kalung Nagasasra, Sumping Surengpati dan Pupuk Pudak Jarot Asem.
Dalam pencarian jati dirinya, Bima sering diberi tugas oleh gurunya—yang sesungguhnya dihasut oleh para Korawa untuk membunuh Bima—yang terasa mustahil untuk dikerjakan, seperti mencari kayu gung susuhing angin dan air banyu perwitasari, yang akhirnya membawa Bima bertemu dengan Dewaruci.

Istri dan keturunan

Bima tinggal di kadipaten Jodipati, wilayah Indraprastha. Ia mempunyai tiga orang istri dan tiga orang anak, yaitu:
  1. Dewi Nagagini, berputra (mempunyai putra bernama) Arya Anantareja,
  2. Dewi Arimbi, berputra Raden Gatotkaca dan
  3. Dewi Urangayu, berputra Arya Anantasena.
Menurut versi Banyumas, Bima mempunyai satu istri lagi, yaitu Dewi Rekatawati, berputra Srenggini.

RADEN SRI PONCOSENO

Raden Sri Poncoseno (karya Hok Gie)

Corekan by Hok Gie - Cilacap

CERITA :
Sri Poncoseno adalah tokoh pewayangan yg mungkin awam bagi kita semua.Tokoh ini hanya ada di wayang kulit Banyumas.

Sri Poncoseno
Sri Poncoseno adalah putra kelima Raden Werkudara / Bima ,dari ibu Sri Giyanti putra Resi Sri Dewa dari Pertapan Cendana Wasiat.
Raden Sri Poncoseno terlahir bukan dari perkawinan normal atau pun seperti hal'y Srenggini akan tetapi Sri Poncoseno terlahir melalui ajian / ilmu Rabi Batin.Ilmu Rabi Batin adalah ilmu dimana seseorang bila menyukai lawan jenis'y dan mereka saling mencintai mereka tidaklah harus melakukan hub badan tapi hanya melalui Mimpi saja.

Sri Poncoseno
Alkisah saat Raden Werkudara sedang berguru dgn Sri Dewa,terlibat asmara dgn Dewi Sri Giyanti putri Resi Sri Dewa akan tetapi mereka berdua saling menutupi.
Nah pada saat yg sama Raden Werkudara sedang menpelajari ilmu Bayu Langgeng dan ilmu Rabi Batin...nah saat itulah Raden Werkudara Mencoba ilmu Rabi Batin tersebut dgn Dewi Sri Giyanti.
Untuk lebih jelas'y berikut ada video wayang kulit yg menceritakan tentang Raden Sri Poncoseno oleh Ki Dalang Kukuh Bayu Aji : http://www.youtube.com/watch?v=KWZwfMSFq4c&feature=share&list=PLnx-c7FWve6mDWfvc1gR0omtBRdHWRBhw .