Tampilkan postingan dengan label kurawa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kurawa. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Mei 2016

PRABU SASRAWINDU

PRABU SASRAWINDU (karya Hok Gie)

Corekan by Hok Gie

CERITA:
alkisah negara hastina geger kembali. karena kedatangan raja sosrowindu yang menginginkan menjadi senopati hastina mewakili kurawa. prabu duryudana menerima prabu sosrowindu karena atas usulan resi durna. karena prabu sosrowindu itu adalah termasuk murid dari resi dorna.

prabu sosrowindu memiliki sarat akan mau membantu kurawa memusnahkan pandawa jika dia diberi kesempatan membunuh musuh bebuyutanya yaitu prabu baladewa.tentu saja sarat ini membuat gempar para kurawa.karena memang prabu baladewa terkenal dekat dengan pihak hastina.patih sengkuni pun bahkan memberikan usulan agar tidak membuat kasus dengan sesama barisan kurawa.karena dikuatirkan membuat barisan kurawa tidak solid dalam menghadapi barata yudha jaya binangun. tapi resi dorna membela prabu soro windu.dia berkata bahwa baladewa tidak loyal kepada kurawa.dia memebrikan alasan sering prabu mandura itu tidak datang kalo ada paseban agung di kerajaan hastina seperti hari itu.ini menandakan ketidak setiaan baladewa.prabu sosro windu meyakinkan bahwa permintaanya itu adalah sewajarnya.sebagai bentuk balas dendam,atas gugurnya ayahnya kangsadewa ditangan baladewa.karena itu wajar saja jika dia meminta sarat kematian baladewa.
 prabu duryodana bingung.dia bertanya kepada raja anga karna.raja anga berkata bahwa sebaiknya permintaan itu diloloskan.dengan sarat.jika tidak berhasil maka sosro windu harus dibunuh,atau menerima hukuman mati karena membuat geger di kubu kurawa menjelang barata yudha.ditakutkan barisan kurawa justru menjadi tidak solid karena kejadian ini.tapi jika berhasil maka sosro windu akan langsung diangkat menjadi senopati.dengan pertimbangan berhasil membunuh prabu baladewa berarti memiliki kesaktian tinggi dan bisa digunakan menumpas pandawa dalam perang barata yudha…
pasukan sosrowindu bergerak ke mandura setelah mendapat persetujuan prabu duryudana.sementara itu wadya bala kurawa dibawah pimpinan raja anga karna menyusul.dengan misi mengangkat sosro windu kalo berhasil dan menghukum langsung kalo gagal.pasukan sosrowindu diikuti oleh resi dorna sedang pasukan kurawa dikawal patih sengkuni.sebelum masuk ke tapal batas mandura resi dorna berbincang dengan sosrowindu.dia bertanya sebaiknya menggunakan cara apa menghadapi prabu mandura itu.cara diam diam atau cara keras..
cara keras adalah dengan membawa wadya bala pasukan sosro windu langsung melabrak mandura dan menantang prabu baladewa secara langsung.cara ini akan mengakibatkan pertumpahan darah besar besaran di kedua belah pihak.cara kedua adalah dengan menggunakan cara diam diam,cara apus apus atau licik.dengan cara sang resi masuk ke sitinggil mandura dan bertemu langsung dengan prabu baladewa,untuk diajak ke negeri hastina.dengan tujuan nanti setelah mau di tengah jalan dikeroyok sampai tewas.prabu sosro bahu mensetujui cara yang kedua.
 di sitinggil mandura datang gatotkaca. gatotkaca datang meminta prabu baladewa untuk datang ke ngamarta karena permintaan dari semua pandawa dan adiknya kresna. hal ini dimaksudkan untuk mengganti sementara posisi kresna yang sedang bertapa di wukir untuk mendapatkan wahyu kemenangan bagi pandawa dalam perang baratayudha.
prabu baladewa menerima ajakan gatotkaca.dia sekaligus menceritakan bagaimana keadaan hastina.dia merasa bahwa prabu sosrowindu musuh lamanya itu mulai mendapat hati di kalangan kurawa.karena itu baladewa berniat untuk keluar dari lingkup kekuasaan dan persahabatan dengan kurawa.belum selesai prabu baladewa berucap tiba tiba datang menghadap resi dorna.
resi dorna menghaturkan sembah.keatangan resi dorna di dampingi sengkuni.resi dorna berbisik bisik kepada sengkuni sambil melihat ke arah gatotkaca.mereka sibuk berbisik bisik tentang kemungkinan baladewa berhianat pada kurawa dengan hadirnya kesatria pringgodani di sitinggil mandura.resi dorna segera mengucapkan maksud kedatanganya kepada prabu baladewa.yaitu bermaksud mengundang sang prabu baladewa ke sitinggil hastinapura untuk menghadiri paseban agung yang diadakan prabu duryudana.
prabu baladewa tanpa basa basi menolak undangan itu sambil mengatakan alasan kenapa menolak undangan pra kurawa.yaitu karena kabar telah tersiar bahwa musuhnya prabu sosro windu telah diangkat menjadi senopati di hastina,sedang sosrowindu adalah musuh bebuyutan sang prabu baladewa.resi dorna berusaha meyakinkan prabu baladewa tapi gagal.bahkan ahirnya terjadi adu jotos yang berahir koncatnya sang resi dorna keluar sitinggil.
gatotkaca disuruh oleh baladewa untuk menghadapi resi dorna.perang terjadi dan berkali kali resi dorna harus mundur menghadapi kesaktian sang satria pringgondani.karena terus menerus terdesak resi dorna memanggil prabu sosro windu.dalam pertempuran pertama prabu sosro windu terpental jauh kebelakang dan harus mengakui kekuatan gatotkaca.ahirnya dia mengambil senjata pusakanya.yaitu panah kemlandingan putih.panah ini berubah menjadi rantai super kuat yang melilit tubuh gatot kaca.seketika gatotkaca tak berdaya dan dibawa ke hastina untuk dimasukan ke dalam penjara.
mendengar gatotkaca dikalahkan maka baladewa naik darah.dia segera turun laga.dibawanya senjata nanggalanya yang sanggup menggempur gunung.mengetahui kedatangan baladewa prabu sosro windu menjadi waspada.apalagi kelebat nanggala membuat jantung sosro windu ketar ketir.ahirnya setelah bisa mengambil jarak yang cukup prabu sosro windu menembakan senjata kemlandingan putihnya.dan terlilitlah tubuh baladewa.tak berdaya.sebelumnya prabu sosrowindu hendak membunuhnya.tapi oleh dorna dicegah.karena mengetahui bahwa baladewa punya adik batara kresna yang mempunyai kembang wijaya kusuma yang mampu menyembuhkan penyakit apapun,bahkan mampu menghidupkan orang mati.jika baladewa dibunuh tentu akan sangat mudah bagi kresna untuk menghidupkanya kembali.maka cara satu satunya adalah meringkus kresna yang sedang semedi di gunung wukir.
baladewa dibawa dan dimasukan tahanan di hastina.pasukan sosro windu bergerak ke gunung wukir bersama resi dorna.pasukan dengan cepat measuk ke dalam daerah yang dikenal angker dan tak pernah dikunjungi manusia itu.sementara di pertapan gunung wukir telah bersiaga sepasukan dari dwarawati yang mengikuti dan mengawal prabunya yaitu prabu sri kresna.dipimpin oleh patih udawa,patih setyaki,dan resi mayangkoro hanoman.mereka tampak bersiaga penuh agar tak terjadi sesuatu yang dapat menggagalkan tapa junjunganya.
tiba tiba tempat pertapaan dikepung pasukan sosro windu.resi mayangkoro maju dan menghadang dengan gagah.setelah bertempur sedemikian lama dan susah.dan setelah mundur terdesak maka sosro windu mengeluarkan ajian seipi anginya.langsung keluar badai dahsyat yang menghantam resi mayangkoro anoman.anoman mencelat kontal sejauh jauhnya.melihat anoman kontal sang setyaki maju.dia melawan dengan ganas sosro windu.pertarungan terjadi seimbang.dan lagi lagi kemlandingan putih membuat setyaki tak berdaya dan dibawa sebagai tawanan ke tahanan hastina pura.
 melihat setyaki kalah.maka resi mayangkoro memberi perintah kepada patih udawa dan prajurit dwarawati untuk menyingkir dan meminta bantuan ke ngamarta.di dalam pertapaan prabu kresna menekung,meditasi dan melepaskan sukma sedjatinya.sukmanya melayang hendak menemui dewata.sebelum lepas sukmanya dia berpamitan kepada badan wadagnya.sang raga sedjati.dan bersamaand engan itu masuklah sosro windu ke dalam pertapaan.durna menyuruh ssosro windu membangunkan sang kresna.ternyata ditemukan bahwa wadag kresna telah kosong.tanpa nyawa.maka resi dorna mempunyai akal baru.disuruhnya sosoro windu mengambil pakaian kresna berikut semua senjatanya termasuk senjata cakra dan kembang wijaya kusuma.dan berganti rupa menjadi kresna untuk pergi ke ngamarta dan menipu para pandawa agar mau mengalah menyerahkan kerajaan kepada duryudana.
tubuh krisna yang sudah diacak acak pakaianya itu ternyata masih terdapat lima anasir.dan juga empat nafsu.maka tiba tiba sang tubuh yang dipanggil raga jati itu menangis sekaligus marah.dan menjelmalah tubuh tanpa sukma sedjati kresna itu menjadi seekor singa besar yang berwarna hitam mulus.singa ini memiliki keinginan untuk menyelamatkan para pandawa dari reka daya prabu sosro windu yang telah berubah wujud menjadi krisna.maka sang singa ini pergi ke istana kurawa dan berdiam bersembunyi di gerumbul dekat istana hastina.mengawasi kalo kalo pandawa datang terbujuk dia bermaksud mencegahnya.
cerita berlanjut,krisna gadungan sampai di ngamarta.disana dia berkata bahwa hasil semedi menyatakan bahwa tidak boleh terjadi pertumpahan darah.dan jalan satu satunya adalah menyerahkan tuntutan negara hastina sepenuhnya kepada raja duryudana.seperti biasa puntadewa menyetujui,karena di depan mereka yang tampak adalah krisna maka bima,arjuna,nakula setuju.sementara sadewa saja yang tak menyetujui dan kabur dari sitinggil karena menolak permintaan saudara saudaranya merelakan tuntutan atas negara hastina.
sadewa minta perlindungan pada semar.sementara bima yang murka menyuruh anaknya antaredja menyusul sang sadewa.semar yang bijak sadar dan tahu bahwa itu bukan krisna tapi prabu sosrowindu yang beralih rupa.maka dia bertekad melindungi sadewa dari salah paham.raden antaredja datang dan disongsong punakawan.antaredja berhadapan dengan petruk.oleh petruk antaredja diobat abitkan seperti kertas.dan raden antaredja sampai menjerit tobat.tapi setelah diturunkan oleh petruk antaredja tak mau mundur.dia malah menyungut sekujur tubuh petruk.petruk yang kewalahan mundur.
 bagong maju dengan taktik melumuri tubuhnya dengan lumpur.pertama antaredja melihat itu tak mau menyungut.tapi setelah dilihat mata bagong tidak tertutup lumpur matanya disungut.ahirnya mata bagong diteplok lumpur juga dan antaredja kewalahan diusel usel oleh bagong sampai bajunya dan tubuhnya penuh lumpur.datang werkudoro dengan marah.dan berlarian semua punakawan.sadewa tetap tak mau menyerah dan tunduk pada permintaan krisna palsu itu.karena naik pitam maka bima menghajar sadewa dan dilempar jauh.
alkisah di atas langit sukma sedjati kresna bertemu batara guru.batara guru menyanggupi akan menurunkan wahyu kemenangan baratayudha di kurusetra.kresna pun hendak turun,dan dia mendapat kabar bahwa telah terjadi keributan di dunia yang bakal mengancam kelangsungan perang baratayudha jika puntadewa dan pandawa rela melepas tuntutan atas negeri hastina.sementara puntadewa telah berjalan ke negeri hastina.karena tahu bahwa tubuhnya telah menjadi salah mangsa dan tak mungkin sukma sedjati sang krisna kembali ke wadag saat itu maka batara guru menjadikan sukma sejati krisna menjadis ebuah bentuk baru yang diberi nama begawan sukmo lelono.dia ditugaskan ke hastina untuk meminta negeri hastina secara paksa dari prabu duryudana.
dalam perjalanan begawan sukmo lelono bertemu punakawan dan semar.walau sudah berbentuk sukma,semar dan punakawan mengenalinya.saat itu mayat sadewa ditemukan menggeletak setelah di sobek oleh kuku lalu dilempar jauh jauh oleh werkudoro.saat itu segera sadewa disembuhkan dengan kesaktian semar.
kedatangan begawan sukmo lelono langsung disambut dengan geraman dorna.dorna meminta begawan keluar dan menunggu keputusan di alun alun hastina.sementara di dalam istana dorna meminta kepada pandawa menghabisi nyawa sang begawan.pandawa setuju….
arjuna menghadapi sang begawan.semua senjata coba digunakan.semua ajian di kerahkan.bahkan ahirnya pasopati di hantamkan.malah bebalik.ahirnya arjuna mundur dan minta kakaknya werkudoro maju.werkudoro pun sama,mengalami kesulita menghadapi begawan sukmo lelono.
ahirnya prabu kresna jelmaan sasrawindu maju.dan terjadilah adu kesaktian dengan begitu hebatnya.saat itu macan hitam jelmaan tubuh ragawi sang kresnamuncul dan menyergap prabu kresna jelmaan.dan dalam sekejab macam hitam itu bersatu dengan begawan sukmo lelono.maka terbentuklah kembali sosok kresna.dan berdiri tegak dua sosok kresna di alun alun hastinapura yang luas itu.semua tak berkedip memandang.
dua kresna beradu dan salahs atu kresna jatuh,kemudian mengeluarkan senjata cakra.senjata cakra dilemparkan tapi justru kembali ketangan kresna satunya.mengetahui kedoknya tak mungkin di samarkan lagi,kresna gadungan malih rupa jadi wujud aslinya.prabu sasra windu putra kangsa.
kresna tampak mengambil jarak agar sang prabu tidak menggunakan senjata kemlandingan putihnya.sasra windu yang merasa terancam mengeluarkan senjata andalanya.dan ketika siap mengarahkan pusakanya,hanoman sang resi mayangkara datang dan menghantamkan batu sebesar bukit ke arah sasra windu.sasra windu mati gepeng berurai menjadi darah.
oleh kresna hanoman disuruh bertapa sambil menjaga pusaka kemlandingan putih untuk diserahkan kepada anak keturunan pandawa kelak.semua tahanan dibebaskan,termasuk prabu baladewa,gatotkaca,dan juga setyaki.

RADEN BIMA/ WERKUDARA


Bima (karya Hok Gie)
Corekan by Hok Gie

CERITA :
 Bima memiliki sifat gagah berani, teguh, kuat, tabah, patuh dan jujur, serta menganggap semua orang sama derajatnya, sehingga dia digambarkan tidak pernah menggunakan bahasa halus (krama inggil) atau pun duduk di depan lawan bicaranya. Bima melakukan kedua hal ini (bicara dengan bahasa krama inggil dan duduk) hanya ketika menjadi seorang resi dalam lakon Bima Suci, dan ketika dia bertemu dengan Dewaruci. Ia mahir bermain gada, serta memiliki berbagai macam senjata, antara lain: Kuku Pancanaka, Gada Rujakpala, Alugara, Bargawa (kapak besar), dan Bargawasta. Sedangkan jenis ajian yang dimilikinya antara lain: Aji Bandungbandawasa, Aji Ketuglindhu, Aji Bayubraja dan Aji Blabak Pangantol-antol.
Bima juga memiliki pakaian yang melambangkan kebesaran, yaitu: Gelung Pudaksategal, Pupuk Jarot Asem, Sumping Surengpati, Kelatbahu Candrakirana, ikat pinggang Nagabanda dan Celana Cinde Udaraga. Sedangkan beberapa anugerah dewata yang diterimanya antara lain: Kampuh atau Kain Poleng Bintuluaji, Gelang Candrakirana, Kalung Nagasasra, Sumping Surengpati dan Pupuk Pudak Jarot Asem.
Dalam pencarian jati dirinya, Bima sering diberi tugas oleh gurunya—yang sesungguhnya dihasut oleh para Korawa untuk membunuh Bima—yang terasa mustahil untuk dikerjakan, seperti mencari kayu gung susuhing angin dan air banyu perwitasari, yang akhirnya membawa Bima bertemu dengan Dewaruci.

Istri dan keturunan

Bima tinggal di kadipaten Jodipati, wilayah Indraprastha. Ia mempunyai tiga orang istri dan tiga orang anak, yaitu:
  1. Dewi Nagagini, berputra (mempunyai putra bernama) Arya Anantareja,
  2. Dewi Arimbi, berputra Raden Gatotkaca dan
  3. Dewi Urangayu, berputra Arya Anantasena.
Menurut versi Banyumas, Bima mempunyai satu istri lagi, yaitu Dewi Rekatawati, berputra Srenggini.

TUGUWASESA/ PRABU GILINGWESI


Prabu Tuguwasesa atau Gilingwesi (karya Hok Gie)

Corekan by Hok Gie - Cilacap

CERITA :
Di Kerajaan Gilingwesi yang berkuasa Prabu Tuguwasesa dihadap putranya yakni Antasena, ia bermaksud menaklukkan Kerajaan Astina. Segera memerintahkan seluruh balatentaranya pergi ke Astina, setelah tiba terus melakukan penyerangan. Prabu Suyudana tidak kuat melawan musuh maka melarikan diri dengan Dewi Banowati. Demikian juga Karna dengan istrinya, Surtikanti juga ditangkap dan dipenjara di Gilingwesi.
Sementara itu Suyudana terluka di bawah pohon beringin di hutan, tiba-tiba Arjuna, Gatotkaca dan Angkawijaya datang bersama Samba dan Setyaki. Mereka memberikan pertolongan kepada Suyudana. Selanjutnya raja Astina itu bersama istrinya dibawa ke Mandura oleh Samba dan Setyaki untuk mencari tempat yang aman. Para raksasa utusan Antasena datang menyerang tetapi dapat diusir oleh Angkawijaya dan Gatotkaca.
Antasena mengetahui bahwa tentaranya terbunuh segera maju ke medan perang dan kena panah Arjuna terlempar jauh. Selanjutnya ketiga ksatria itu menuju ke Gilingwesi, disana Angkawijaya dapat memikat Antawati adik Antasena. Sedangkan Arjuna membebaskan Adipati Karna dan Dewi Surtikanti serta dapat memikat para istri raja yakni: Dewi Nawangsih, Nawang Wulan, Nawang Kencana, dan Nawang Resmi yang kemudian dibawanya ke Mandura.
Prabu Gilingwesi/ Tuguwasesa(karya Hok Gie)

Arjuna melepaskan panah pada mahkota Tuguwasesa dan berubah ujud Bima, sedangkan Anoman kembali ke Kendalisada. Demikian juga Antasena dipeluk Gatotkaca karena sebagai senopati.

RADEN ANTASENA

Corekan by Hok Gie

CERITA :
Anantasena, atau sering disingkat Antasena adalah nama salah satu tokoh pewayangan yang tidak terdapat dalam naskah Mahabharata, karena merupakan asli ciptaan para pujangga Jawa. Tokoh ini dikenal sebagai putra bungsu Bimasena, serta saudara lain ibu dari Antareja dan Gatotkaca.
Dalam pewayangan klasik versi Surakarta, Antasena merupakan nama lain dari Antareja, yaitu putra sulung Bimasena. Sementara menurut versi Yogyakarta, Antasena dan Antareja adalah dua orang tokoh yang berbeda.
Raden Antasena (karya Hok Gie)
Akan tetapi dalam pewayangan zaman sekarang, para dalang Surakarta sudah biasa memisahkan tokoh Antasena dengan Antareja, sebagaimana yang dilakukan oleh para dalang Yogyakarta.

Antasena adalah putra bungsu Bimasena atau Wrekodara, yaitu Pandawa nomor dua. Ia lahir dari seorang ibu bernama Dewi Urangayu putri Batara Baruna. Bima menikah dengan Urangayu dalam cerita Kali Serayu Binangun, yaitu saat Pandawa dan Kurawa berlomba untuk membuat sungai tembus ke samudera. Bima meninggalkan Urangayu dalam keadaan mengandung ketika ia harus kembali ke negeri Amarta.
Saat Antasena masih dalam kandungan, Khayangan Suralaya diserbu oleh Prabu Dewa Kintaka dari Kerajaan Guwacinraka yang bemaksud untuk merebut dan menikahi Batari Kamaratih. Antasena yang masih dalam kandungan, dikeluarkan oleh Sang Hyang Narada, dan diajukan ke peperangan. Berkat perlindungan Sang Hyang Wenang, Antasena mampu mengalahkan Prabu Dewa Kintaka dan pasukannya.Setelah mampu mengalahkan kraman Antasena diserahkan kepada Sang Hyang Antaboga untuk dididik menjadi ksatria.
Raden Antasena (karya Hok Gie)
Setelah dewasa ia berangkat menuju Kerajaan Amarta untuk menemui ayah kandungnya. Saat itu para Pandawa sedang mempersiapkan pesta, karena Pandawa nomor tiga, Arjuna akan menikahkan salah satu putrinya Dewi Pergiwati, dengan putra mahkota Karajaan Amarta yaitu bernama Raden Pancawala, yang merupakan putra Pandawa nomor satu Yudhistira . Pernikahan antar saudara sepupu tersebut nyaris gagal karena ulah Begawan Durna yang berniat untuk menjodohkah Pergiwati dengan putra mahkota Hastina, Raden Lesmana Mandrakumara. Berkat bantuan Antasena, Pancawala berhasil melarikan Pergiwati dan terlindungi dari amukan Kurawa. Setelah kejadian tersebut Arjuna akhirnya sadar, dan meresmikan pernikahan Pancawala dengan Pergiwati.
Beberapa tahun setelah pernikahan antara Pancawala dengan Pergiwati, Antasena kemudian menikahi sepupunya yang bernama Janakawati yang juga putri Arjuna.

Antasena digambarkan berwatak polos dan lugu, namun teguh dalam pendirian. Dalam berbicara dengan siapa pun, ia selalu menggunakan bahasa ngoko sehingga seolah-olah tidak mengenal tata krama. Namun hal ini justru menunjukkan kejujurannya di mana ia memang tidak suka dengan basa-basi duniawi.
Dalam hal kesaktian, Antasena dikisahkan sebagai putra Bima yang paling sakti. Ia mampu terbang, amblas ke dalam bumi, serta menyelam di air. Kulitnya terlindung oleh sisik udang yang membuatnya kebal terhadap segala jenis senjata

Raden Antasena (karya Hok Gie)
Antasena dikisahkan meninggal secara moksa bersama sepupunya, yaitu Wisanggeni putra Arjuna. Keduanya meninggal sebagai tumbal kemenangan para Pandawa menjelang meletusnya perang Baratayuda.
Ketika itu Wisanggeni dan Antasena menghadap Sanghyang Wenang, leluhur para dewa untuk meminta restu atas kemenangan Pandawa dalam menghadapi Korawa. Sanghyang Wenang menyatakan bahwa jika keduanya ikut berperang justru akan membuat pihak Pandawa kalah. Wisanggeni dan Antasena pun memutuskan untuk tidak kembali ke dunia. Keduanya kemudian menyusut sedikit-demi sedikit dan akhirnya musnah sama sekali di kahyangan Sanghyang Wenang.

RADEN ANTAREJA

Raden Antareja 1 (karya Hok Gie)

Corekan by Hok Gie - Cilacap

CERITA :

Antareja (Anantareja) yang dalam pedalangan cukup dipanggil Anantareja, mempunyai nama lain Wasianantareja, Anantarareja. Ia adalah putra raden Werkudara dengan Dewi Nagagini, putri Batara Antaboga, di kahyangan Saptapretala. Antareja menikah dengan Dewi Ganggi, putri Prabu Ganggapranawa raja ular di kerajaan Tawingnarmada. Dari pernikahan ini lahirlah Arya Danurwenda yang kemudian diangkat menjadi patih luar atau patih njaba negara Yawastina pada masa pemerintahan Prabu parikesit.
Raden Antareja 2 (karya Hok Gie)


Antareja berkedudukan di kasatriyan Randuwatang atau juga disebut jangkarbumi. Bersamaan dengan lahirnya Antareja, raja negara jangkarbumi Prabu Nagabaginda menyerang kahyangan Suralaya. Ia meminta Dewi Supreti istri Sanghyang Antaboga untuk dijadikan permaisurinya, namun raja Tribuwana tidak berkenan, namun para dewa tak mampu melawan kesaktian prabu nagabaginda. Akhirnya Batara Antaboga yang ditunjuk supaya memusnahkan Prabu nagabaginda tadi, Antareja yang masih bayi akhirnya dibawa kakeknya menuju ke medan tempur dan dipertemukan dengan raja Jangkarbumi.

Raden Antareja 3 (karya Hok Gie)
Raden Antareja Wanda Naga - Hok Gie Collection 2019
Sebelum diadu, bayi Antareja dilumuri air liur Antaboga sehingga menjadi kebal senjata. Bayi Antareja tidak mati melainkan bertambah dewasa. Akhirnya Prabu nagabaginda dapat dibinasakan oleh Antareja, negara Jangkarbumi lalu diserahkan kepada putra Bima tersebut. Prabu Nagabaginda yang tewas itu kemudian menjilma ke tubuh Antareja. Peristiwa ini mengilhami Antareja ketika membantu adiknya. Arya Gatutkaca yang menuntut janji raja Tribuwana. Ketika Raden Gathotkaca dapat menumpas raja Gilingwesi Prabu Pracona

RADEN SRENGGINI


Raden Srenggini 1 (karya Hok Gie)

Corekan by Hok Gie - Cilacap
Raden Srenggini 2 (karya Hok Gie)
CERITA :
Srenggini adalah anak keempat raden Werkudara dgn ibu Rekatawati
yg berwujud Kepiting putri dari Dewa Rekatatama.

Pada suatu waktu ketika Raden Bratasena berpisah dengan Dewi Urang Ayu, ibu Antasena,
Raden Werkudara mengeluarkan Kama/mani yang ia kibaskan ke pasir dipinggir pantai.

Dan ketika itu Dewi Rekatawati mencari makan …
tanpa disengaja meminum kama Bratasena yang jatuh
karena tidak bisa bersenggama dengan Dewi Urang Ayu.
Raden Srenggini 3 (karya Hok Gie)


Kelak kejadian ini akan melahirkan 2 ksatria yang tangguh …
yaitu Raden Antasena dan Raden Srenggini.
Raden Antasena Putra raden Bratasena (Bima) dengan dewi Urang Ayu
Sedangkan Raden Srenggini anak Bratasena Dengan Dewi Rekatawati.

Antasena berjalan tidak seperti layaknya manusia lain,
dia berjalan dengan tangan selalu di belakang tubuh.

Hal ini karena tangan Antasena sangat berat …
karena di tangannnya bersemayam ari-ari dan air ketubannya …
(kadang papat kalima pancer)
Karena itu pula dalam versi Banyumas Antasena kalau berperang …
tidak pernah menyentuh musuhnya, tetapi hanya menggerakkan tangannya saja.
Raden Srenggini 4 (karya Hok Gie)

dan musuhnya bergerak mengikuti gerakan tangan Antasena …
(kaprabawan/ Di sengat setrum).
Selain itu Antasena mempunyai upas (racun) yang namanya upas Anta.

Raden Srenggini 5 (karya hok Gie)
Sedangkan Srenggini berjalan miring layaknya Kepiting
(Wayang Srenggini mirip Antasena wajahnya tetapi tidak bergelung winangkara …
dan mempunyai Capit di kepalanya).
Dia memiliki kekuatan yang namanya aji Totoksewu.

Minggu, 08 Mei 2016

RADEN BRATASENA

Raden Bratasena (Karya hok Gie)
Ide Kreasi by Hok Gie- Cilacap
Corekan by Sanggar Wayang Gogon - Solo

CERITA :
Raden Bratasena adalah anggota Pandawa yang kedua, putra Prabu Pandu. Bratasena bernama juga Bima dan Bayusuta atau putra angkat Betara Bayu. Setelah dewasa ia bernama Wrekudara, bertahta di Jodipati, sebagai sebagai raja.
Bratasena tidak pernah memakai bahasa halus pada siapa pun juga, bahkan terhadap Dewa, dia juga menggunakan bahasa, kasar. Selama hidupnya hanya sekali, ia berbahasa halus (atau krama) yaitu ketika ia bertemu dengan Dewa Ruci. Seorang dewa yang berukuran kerdil, yang dianggapnya sebagai yang dewa sejati. Tetapi walaupun kasar, bahasanya itu penuh dengan kebijaksanaan, Ia juga tidak pernah dusta.

BENTUK WAYANG

Jagalbilawa (karya Hok Gie)
Raden Bratasena bermata telengan (membelalak), hidung dempak, berkumis dan berjanggut, dengan berbedak di dahi, rambut terurai dan bersahaja, dihias di bagian belakangnya dengan garuda dan sunting, waderan, berkalung bulan sabit, bergelang bentuk Candrakirana, berpontoh dan berkeroncong, berkuku Pancanaka, yang merupakan kuku sakti, bercelana pendek (katok). Segala pakaian Bratasena melambangkan ketetapan hatinya. Ia beroman muka merengut (njenggureng), yang menandakan kalau ia berani demi kebenaran. Ketetapan hati Bratasena laksana gunung, tak berubah ditengah tiupan angin.
Ucapan dalang untuk melambangkan badan dan pakaian Bratasena adalah sebagai berikut:

“Alkisah, akan berjalan kesatria di Tunggulpamenang (Bratasena), setelah ia berdiri tegak, keluarlah angin kesaktiannya. Raden Bratasena waktu berjalan selalu lurus tak pernah membelok. Ia berhias: rambut terurai, berkancing sanggul garuda membelakang dengan terhias. Hal ini untuk lambang bahwa Bratasena tak samar kepada Dewa dan kejiwaannya sendiri. Pupuk di dagu, memperingatkan akan cahaya yang tampak dalam rahim Hyang Dewa Ruci (Dewa Bratasena). Sunting mas tergubah bentuk serat buah asam sebagai lambang bahwa kepandaian Bratasena disamarkan, tampak sebagai orang yang dungu.

Sunting mana tertutup dengan hiasan berbentuk bunga pandan berwarna putih, bermaksud: dimana berbau harum di bagian luar, di dalam pun wangi juga. Berpontoh bentuk buah manggis digubah kelian tempatnya, berarti bahwa ia semasa datang pada azalnya akan sempurna dengan segala-galanya, tak ada yang akan ketinggalan. Gelang Candrakirana, candra=bulan, kirana=tulisan, bermaksud bahwa kesatria Tunggulpamenang berpengetahuan tak dengan tulisan, akan terasa terang benderang tak samar-samar. Berkalung nagabanda (naga pengikat), berarti naga atau raja ular, banda= tali, untuk mengikat badan, akan lambang, bahwa Raden Bratasena di dalam perang, berkekuatan seimbang dengan kemurkaan naga, dan tak akan meninggalkan gelanggang, tak ada perkataan kalah, kekalahan Bratasena: mati. Bercawat kain poleng bang bintulu (kain berkotak-kotak empat segi lima warna). Kain ini untuk memperingat pada amarah yang lima perkara. Berikat pinggang kain cindai berumbai terlentang di atas paha kanan dan kiri, akan lambang bahwa Raden Bratasena mengetahui segala hal di antara kiri dan kanannya. Porong (barang perhiasan) terletak di atas,paha, berarti bahwa ia dapat menyimpan segala-galanya di dalam sanubari. Keroncong nagaraja membelit kaki, sebagai peringatan bahwa ia dapat bertemu dengan Ruci, setelah ia terlepas dari belitan naga. Berkuku pancanaka sepanjang lawi-lawi di tangan kanan dan kiri. Raden Bratasena sebagai lambang kekuatan dari antara kelima saudaranya, dan dapat membuka segala pengetahuan.

Tersebutlah datang angin ribut makin besar, di masa itu Raden Bratasena mengucapkan ilmu Wungkalbener dan Bandungbandawasa, pun aji Jalasengsara. Bratasena waktu berjalan diiringkan dengan lima bayu (angin); yang kehijau-hijauan kepunyaan Begawan Maenaka; angin yang kehitam-hitaman kepunyaan liman (gajah) Satubanda; angin yang kekuning-kuningan kepunyaan Raden Bratasena sendiri; angin yang keputih-putihan kepunyaan Begawan Kapiwara (Anoman).”

Waktu dalang mengucapkan ini wayang (Bratasena) sedang dicacakkan ditengah kelir, lalu dalang menjalankan gunungan dilewatkan berulang-ulang, untuk ibarat bahwa Raden Bratasena mengeluarkan angin, dengan diiringi suluk (lagu) dalang yang dapat membangkitkan rasa geram.
Topan itu bersuara menggeledek menempuh pohon kayu. Pohon kayu yang dalam akarnya patah, sedangkan yang tidak tumbang.

“Jalan Raden Bratasena lurus dan mengikuti apa kehendaknya. Lompat Raden Bratasena sejauh penglihatan gajah. Cepat sebagai kilat.”

Setelah ucapan ini, dalang lalu menjalankan wayang Bratasena berulang-ulang di kelir dengan diiringi bunyi gamelan. Jalan Bratasena diwujudkan secara meloncat satu-satu loncatan menurut lebar kelir.



Kayon SHIVA LOKA BUANA



Kayon SHIVA LOKA BUANA (kreasi Hok Gie)
Corekan by Hok Gie - Cilacap
Finish 4 April 2015

PROFIL :
Belajar membuat kayon/ gunungan kreasi dengan memadukan unsur dari wayon wayang ukur dan unsur2 Bali ( seperti garuda Wisnu Kencana ) dan unsur Hindi ( Gambar ganesha dan Tulisan OM diatas gambar bumi ) serta sedikit menambahkan Unicorn dari budaya Yunani.
Kayon Shiva Loka Buana ini mempunyai filsafah/ arti yang sangat simple. Ganesha sendiri melambangkan Dewa Kepintaran dan pengetahuan serta wawasan yang luas.
Sedangkan Garuda Wisnu Kencana sendiri melambangkan dewa yang menjaga/ melindungi. Gambar Bumi sendiri adalah kehidupan kita yng terdiri dari daratan/ tanah dan Lautan/ Air. Untuk Unicorn sendiri melambangkan Angin/ Udara...yang memberi kehidupan. Dan yg terakhir adalah Lambang OM yg tertulis dengan huruf hindi yang berarti SHIVA dan ada pula yang mengartikan TUHAN.
Kesimpulan dari semua unsur diatas bisa kita gabungkan menjadi satu.
Kayon SHIVA LOKA BUANA adalah
1. Manusia hidup didunia telah diberi oleh TUHAN dengan unsur kehidupan seperti Api, Air Udara dan tanah yang kesemuanya sangatlah berguna bagi manusia yang wajib digunakan sebaik-baiknya dan disyukuri.

2. Manusia hidup di dunia ini telah diberi ilmu pengetahuan, akal pikiran dan kepintaran oleh TUHAN yang wajib digunakan dengan sebaik-baiknya terutama untuk kepentingansesama mahkluk hidup.

3. Dalam kehidupan ini manusia akan selalu di lindungi oleh TUHAN. maka dari itu kita sebagai manusia harus selalu ingat pada TUHAN.

dari kesimpulan 1,2 dan 3 bisa kita ringkas lah bahwa;
" Semua yang ada di dunia ini ada dan tiada nya atas kehendak TUHAN, Maka jangan lah kita sebagai manusia memiliki sifat Adigang, Adigung Adiguna karena di atas kita masih ada TUHAN. Eling Lan Waspada itu lah wajib jadi pedoman yang kita pegang untuk selalu ingat dengan TUHAN.